Baca artikel sebelumnya: Mencintai Nabi Muhammad dan larangan berbuat (Ghuluw)

Tentang datangnya hari kiamat,maka tidak ada seorang pun yang mengetahui,baik Malaikat,Nabi maupun Rasul.masalah ini adalah perkara yang ghaib dan hanya Allah سبحانه وتعلى sajalah yang mengetahuinya.Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat Al-Qur-an dan hadist-hadist Nabi  صلى الله عليه و سلام yang shahih.

Allah سبحانه وتعلى berfirman :

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي لاَ يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلاَّ هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لاَ تَأْتِيكُمْ إِلاَّ بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللّهِ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu Amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui”.( QS.Al-A’raaf : 187 )

Juga firman-Nya :

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيباً

Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh Jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.( QS.Al-Ahzab : 63 )

Juga ketika Malaikat Jibril  عليه السلامmendatangi Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلام kemudian bertanya :

…فأخبرني عن الساعة ؟

“Kabarkanlah kepadaku,kapan terjadinya kiamat  ?

Kemudian Nabi صلى الله عليه و سلام  menjawab :

ما المسؤول عنها بأعلم من السائل

“Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui dari pada orang yang bertanya”[358]

Meskipun waktu terjadinya hari kiamat tidak ada yang mengetahui,akan tetapi Allah سبحانه وتعلى telah memberikan kepada Rasul-Nya  صلى الله عليه و سلامtentang tanda-tanda Kiamat tersebut.Kemudian Rasulullah   صلى الله عليه و سلام menyampaikan kepada ummatnya tentang tanda-tanda kiamat.Para ulama telah membaginya menjadi dua: (pertama) tanda-tanda kecil (kedua) tanda-tanda besar.

Tanda-tanda kecil sangat banyak dan sudah terjadi sejak zaman dahulu dan akan terus terjadi.Diantaranya adalah wafatnya Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلام ,munculnya banyak fitnah,munculnya fitnah dari arah timur (Iraq),timbulnya firqah Khawarij,munculnya orang yang mengaku sebagi Nabi,hilangnya amanah,diangkatnya ilmu dan merajalelanya kebodohan,banyaknya perzinaan,banyaknya orang yang bermain musik[359],banyaknya orang yang minum khamar (minuman keras )dan merabaknya perjudian,manjid-masjid dihiasi,banyak bangunan yang tinggi,budak melahirkan tuannya,banyaknya pembunuhan,banyaknya kesyirikan,banyaknya orang yang memutuskan tali silahturrahami,banyaknya orang yang bakhil, wafatnya para ulama dan oaring-orang shalih,banyaknya orang yang belajar kepada Ahlul bid’ah,banyaknya wanita yang berpakain tetapi telanjang[360],dan lain-lainnya.[361]

Banyak sekali dalil tentang hal ini,di antaranya sabda Rasulullah صلى الله عليه و سلام:

اًعْدُدْ سِتاًّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعةِ : مَوْتِيْ,ثُمّ فَتْحُ بَيْتِ المَقْدِسِ ,ثم مَوْتَانِ يَأْخُذُ فِيْكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ , ثُمّ اسْتِفَاة المَالِ حَتَّى يعطى الرجل مائة دينار فيظل ساخطا , ثُمّ فتنة لا يبقى بيت من العرب إلا دَخَلَتْهُ, ثُمَّ هدنة تكون بينكم و بين بني الأصفر,فيغدرون فيأتونكم تحت ثمانين غاية, تحت كل غاية اثنا عَشَرَ أَلْفاًز

“Perhatikanlah enam tanda-tanda hari kiamat: (1) wafatku,(2) penaklukan Baitul Maqdis,(3) wabah kematian ( penyakit yang menyerang hewan sehingga mati mendadak) yang menyerang kalian bagaikan wabah penyakit qu’ash yang menyerang kambing,(4) melimpahnya harta hingga diberikan kepadanya 100 dinar,ia tidak menerimanya,(5) timbulnya fitnah yang tidak meninggalkan satu orang arabpun melainkan pasti memasukinya,(6) terjadinya perdamaian antara kalian dengan bani Asfar (bangsa Romawi),namun mereka melanggarnya dan mendatangi kalian dengan 80 kelompok besar pasukan.Setiap kelompok itu terdiri dari 12 ribu orang.”[362]

Juga sabda Rasulullah صلى الله عليه و سلام :

إنّ مِنْ أشْرَاطِ السّاعَةِ أنْ يُرْفَعَ العِلمُ و يَثْبُتَ الجَهْل و يُشْرَبَ الخَمر و يَظْهَرَ الزِّناَ

“Sesungguhnya diantara tanda-tanda hari kiamat adalah: diangkatnya ilmu,tersebarnya kebodohan,dimunumnya khamar,dan merajalelanya perzinaan.”[363]

Kemudian munculnya tanda-tanda yang kedua,yaitu tanda-tanda kiamat yang besar sebagai tanda tekah dekatnya hari Kiamat.Penulis khususkan pembahasan tentang sebagian tanda-tanda Kiamat yang besar,karena ada sebagian orang ( golongan )yang menolak tentang tanda-tanda besar tersebut berdasarkan akal,ra’yu dan hawa nafsu.padahal para ulama Ahlus sunnah sudah membahas permasalahan ini dalam kita-kitab tafsir,kitab-kitab hadist,dan kitab-kitab aqidah mereka.

Pembahasan mengenai permasalahan ini mengikuti jejak para ulama Ahlus Sunnah dalam kitab-kitab mereka,seperti dalam kitab syarhul ‘Aqiidah ath-thaawiiyah[364] dan kitab-kitab lainnya.

Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani tentang adanya tanda-tanda kiamat yang besar ( kubra )seperti[365], keluarnya Imam Mahdi,Dajjal,turunnya Nabi Isa عليه السلام dari langit,Ya’juj dan Ma’juj,terbitnya matahari dari barat,dan yang lainya.

Allah   سبحانه وتعلى berfirman:

هَلْ يَنظُرُونَ إِلاَّ أَن تَأْتِيهُمُ الْمَلآئِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لاَ يَنفَعُ نَفْساً إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْراً قُلِ انتَظِرُواْ إِنَّا مُنتَظِرُونَ

“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan Malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau Dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: “Tunggulah olehmu Sesungguhnya Kamipun menunggu (pula)”.(QS.Al-An’aam: 158 )

Rasulullah  صلى الله عليه و سلام  bersabda:

إن الساعة لا تكون حتى تكون عشر أيات: خسف بالمشرق, و خسف بالمغرب و خسف في الجزيرة العرب, و الدخان, الدجال,و الدبة , و يأجوج و مأجوج و طلوع الشمس من مغربها , و نار تخرج من قعر عدن ترحل الناس و نزول عيسى بن مريم عليهما السلام

“Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga terjadi sepuluh tanda:(1) peneggelaman permukaan bumi di timur,(2) peneggelaman permukaan bumi dibarat,(3) pembenaman permukaan bumi di jazirah Arab,(4) keluanya asap,(5) keluarnya Dajjal,(6) keluarnya binatang besar,(7) keluarnya Ya’juj wa Ma’juj,(8) terbitnya matahari dari barat,(9) api yang keluar dari dasar bumi ‘And yang menggiring manusia,serta (10) turunya Nabi ‘Isa bin Maryam  عليهما السلام[366]


[358] HSR Muslim (no.8, 9, dan 10), Abu Dawud (no. 4605, 4697), at-Tirmidzi (no,2610), Ibnu Majah (no. 63) dan Ahmad (I/52).

[359] Musik didalam Islam hukumnya haram,sebagaimana haramnya khamar,zina,perjudian,dan lain-lain.

[360] Terbukanya aurat termasuk dosa besar

[361] Untuk mengetahui lebih lengkap,lihat Asyraathus Saa’ah (hal.57-235),oleh Dr.Yusuf bin ‘Abdillah al-Walabi.

[362] HR. Al-Bukhari (no. 3176),dari Sahabat ‘Auf bin Malik رضي الله عنه

[363] HR Al-Bukhari (no. 80).

[364] Lihat syarhul ‘Aqidah ath-Thahaawiyyah (hal.499) tahqiq Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani.

[365] Untuk lebih lengkapnya lihat an-Nihaaya fil fitan wal malaahim karya Ibnu Katsir,tahqiq Ahmad Abdusy Syafi’,cet.Daarul Kutub al-Ilmiyah1411 H,Asyraatus Saa’ah oleh Dr.Yusuf al-Wabil,cet.Maktabah Ibnul Jauzi,Qishshatul Masiih ad-Dajjal wan Nuzuuli ‘Isa wa Qatlihi Iyyaahu oleh syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani,cet.Maktabah Islamiyah dan Fashlul Maqaal fii raf’I ‘Isa hayyan wa Nuzuulihi wa Qathlihid Dajjal oleh Dr. Muhammad Khalil Hirras,cet. Maktabah As-Sunnah.

[366] HR. Muslim (no. 2901 (40)), Abu Dawud (no. 4311),at-Tirmidzi (no. 2138), Ibnu Majah (no. 4055), Ahmad (IV/6), dari Sahabat Hudzaifah bin Asiid رضي الله عنه dan ini lafaz Muslim. At-Tirmidzi berkata: “Hadist ini hasan shahih.”

Baca artikel setelahnya : Munculnya Imam Mahdi

Advertisements