Latest Entries »

Tanda-Tanda Haji Mabrur

Pembuka

Ajaran Islam dalam semua aspeknya memiliki hikmah dan tujuan tertentu. Hikmah dan tujuan ini diistilahkan oleh para ulama dengan maqashid syari’ah, yaitu berbagai maslahat yang bisa diraih seorang hamba, baik di dunia maupun di akhirat.

Tentang maslahat haji di akhirat, Rasulullah e bersabda:

والْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Dan haji yang mabrur tidak lain pahalanya adalah surga.” (HR. al-Bukhari 1683, Muslim 1349 )

Adapun di dunia, ada beberapa contoh yang bisa kita sebut; seperti menambah teman, bertemu dengan ulama dan keuntungan berdagang.

Di samping itu, Allah juga memberikan tanda-tanda diterimanya amal seseorang, sehingga ia bisa menyegerakan kebahagiaan di dunia dan agar ia semakin bersemangat untuk beramal. View full article »

Tidak diragukan lagi bahwa tauhid merupakan permasalahan yang paling penting dalam agama ini. Maka mendakwahkannya juga merupakan perkara yang penting yang tidak boleh disepelekan. Namun sangat disayangkan, banyak di antara para dai yang meremehkan dakwah tauhid, mereka justru disibukkan dengan permasalahan lainnya tanpa mempedulikan dakwah yang satu ini. Sementara orang yang berkonsentrasi mendakwahkan tauhid dianggap ketinggalan zaman dan memecah belah umat. Padahal inilah inti dakwah para rasul ‘alaihimus salam.

 

Bukti Benarnya Tauhid Seseorang

Setelah sesorang bertauhid dengan benar dan berusaha untuk menyempurnakan tauhidnya, kewajiban selanjutnya adalah berusaha untuk mendakwahkan tauhid. Karena keimanan seseorang tidak akan sempurna kecuali jika disertai ajakan dakwah kepada tauhid. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَالْعَصْرِ {1} إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ {2} إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ {3}

Demi masa(1). Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian(2). Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran(3).” (QS. Al Ashri :1-3) View full article »

Mengenal, memiliki & memanfaatkan sebuah Komputer secara benar adalah tuntutan hidup di zaman ini. Betapa tidak, hampir di setiap ranah aktifitas manusia, di sana dijumpai Komputer yang membantu meringankan tugas-tugas hariannya.

Sebelum seorang pengguna Komputer (selaku Brainware) bisa memanfaatkan sebuah Komputer (yang tersusun dari Hardware & sampai (Software) dengan halal (untuk menyelesaikan tugas-tugas hariannya, baik itu profitnya di dunia atau di akhirat), menjadi sebuah pertanyaan besar baginya, yaitu bagaimana ia bisa memiliki & memanfaatkan Hardware & Software secara HALAL?

Kenapa menjadi sebuah pertanyaan besar? Al-jawab, karena Allah & Rasul-Nya telah melarang perbuatan saling mendzalimi sesama manusia. Allah & Rasul-Nya telah menetapkan & mengatur hubungan muamalah mereka, bagaimana seseorang bisa memiliki sesuatu yang menjadi milik yang lainnya dengan cara yang benar & adil. View full article »

pentingnya amalan hati

Kebanyakan orang memberi perhatian besar terhadap amalan-amalan dzohir. Kita dapati sebagian orang benar-benar berusaha untuk bisa sholat sebagaimana sholatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka seluruh gerakan-gerakan sholat Nabi yang terdapat dalam hadits-hadits yang shahih berusaha untuk diterapkannya. Sungguh ini merupakan kenikmatan dan kebahagian bagi orang yang seperti ini. Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

صَلوُّا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِي أُصَلّي

“Sholatlah kalian sebagaimana aku sholat”

Demikian juga perihalnya dengan haji, kebanyakan orang benar-benar berusaha untuk bisa berhaji sebagaimana haji Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai bentuk pengamalan dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لِتَأْخُذُوْا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ

“Hendaknya kalian mengambil manasik haji kalian dariku”

Akan tetapi…..

Ternyata banyak juga orang-orang yang memberi perhatian besar terhadap amalan-amalan yang dzohir –termasuk penulis sendiri- yang ternyata lalai dari amalan hati… View full article »

Amalan Tergantung Niatnya


Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

[Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]

Hadits ini adalah Hadits shahih yang telah disepakati keshahihannya, ketinggian derajatnya dan didalamnya banyak mengandung manfaat. Imam Bukhari telah meriwayatkannya pada beberapa bab pada kitab shahihnya, juga Imam Muslim telah meriwayatkan hadits ini pada akhir bab Jihad. View full article »

Mengembalikan kejayaan Islam

Islam adalah satu-satunya agama yang diakui disisi Allah,agama yang diridhoi dan diterimah oleh Allah تعالى.
Sungguh agama islam telah sempurnah,baik dari segi syariat maupun hukum,islam tidak membutuhkan tambahan ataupun pengurangangan,itu telah tergambar jelas dalam firmannya yang terdapat pada surat Al maidah ayat ke-3…Allah berfirman…:
…اليوم أكملت لكم دينكم و أتممت عليكم نعمتي و رضيت لكم الاسلام دينا…
“pada hari ini telah aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah aku sempurnakan nikmatku dan telah Ku ridhoi islam sebagai agamamu….”

Ibnu katsir dalam tafsirnya mengatakan,”ini merupakan nikmat yang terbesar yang diberikan Allah kepada agama islam,yang mana Allah تعلى telah meridhoi bahwa agama yang diterima hanyalah agama islam,dan menjadikan nabi Muhammad sebagai penutup para nabi dan rasul,dan apa yang telah dihalakan oleh nabi muhammad maka maka telah halal,dan apa yang telah diharamkan maka telah haram pula..”

ikhwani fiddin….

Banyak kita mendengar ditengah-tengah masyarakat,mereka meneriakan tentang kejayaan islam,bagaimana islam berjaya ketika pada zaman dahulu,dan ada pula yang mengatakan bahwasahnya,kejayaan islam dapat diraih kembali dengan menegakkan syariat islam…..???.Dan masih banyak lagi seruan-seruan yang kalau kita tinjau lebih lanjut merupakan sebuah perkataan yang hendaknya kita pertanyakan kepada diri kita masing-masing.